rss_feed

Tiyuh Marga Jaya

Jl. Poros No.01 Tiyuh Marga Jaya Kec. Gunung Agung Kab.Tubab Barat
Kecamatan Gunung Agung Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung , Kode Pos 34683

mail_outline tiyuhmargajaya467@gmail.com

Cuti Bersama
Cuti Bersama Hari Suci Nyepi
  • BOYMIN

    Kepala Desa

    Tidak Ada di Kantor
  • LASIYANTO

    Sekretaris Desa

    Tidak Ada di Kantor
  • SUPRIONO

    Kaur Tata Usaha & Umum

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    26 November 2025 11:16:05
  • IWANT FAUZY

    Kasi Pemerintahan

    Tidak Ada di Kantor
  • ANDI KURNIAWAN

    Kasi Kesejahtraan

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    13 Februari 2026 10:03:33
  • RUDIANTO

    Kaur Perencanaan

    Tidak Ada di Kantor
  • MASURI

    Kaur Keuangan

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    04 November 2025 07:36:16
  • AHMAD DIMYATI

    KEPALO SUKU 01

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    04 November 2025 07:22:09
  • KASIANTO

    KEPALO SUKU 02

    Tidak Ada di Kantor
  • SUWARDI

    KEPALO SUKU 03

    Tidak Ada di Kantor
  • SUKARDI

    KEPALO SUKU 04

    Tidak Ada di Kantor
  • SUYONO

    KEPALO SUKU 05

    Tidak Ada di Kantor
  • MIFTAHUDIN NAWAWI

    Kasi Pelayanan

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    11 Februari 2026 21:01:18

settings Pengaturan Layar

Selamat Datang Di Sistem Informasi Tiyuh Marga Jaya Kec. Gunung Agung Kab. Tulang Bawang Barat - Provinsi Lampung
Bulan Ini
Kelahiran
0 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
0 Orang
Pindah
0 Orang
Bulan Lalu
Kelahiran
0 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
0 Orang
Pindah
0 Orang

0

Hari Ini

0

Kemarin

0

Minggu Ini

0

Bulan Ini

0

Bulan Lalu

0

Tahun Ini

1

Tahun Lalu

160

Total
fingerprint
PERANG RUSIA-UKRAINA, DAN DAMPAKNYA BAGI KITA GENERASI PENYUKA URA-URA

22 April 2022 21:09:56 132 Kali

URAAAA...!!*

Demikian teriak anakku yang masih SD dan teman-temannya seringkali saat mereka bermain (gojekan perang) bersama. Sayangnya, seperti halnya bocah-bocah itu, begitu juga dengan kebanyakan orang-orang dewasa di berbagai kanal berita serta (hampir) di semua platform media sosial kita, yang bagaikan paduan suara, mayoritas kompak bersuara; Uraaa ! Dalam mendukung perang Rusia di Ukraina.

Memang benar, bagi yang menonton; Perang seringkali terlihat keren, heroik, penuh kemuliaan, agung dan bahkan romantis. Ini sekali lagi bagi yang mengamatinya dari jauh, namun sejatinya bagi yang mengalami, perang adalah sebuah bencana dan tragedi paling ngeri tak terperi.

Dampak kerusakan akibat perang di Ukraina. Untuk videonya yang lebih horor bisa di lihat disini.

Dan meskipun kebanyakan netizen kita tampaknya mendukung Rusia hanya karena sentimen Anti Barat (US – NATO) serta minimnya pengetahuan tentang kondisi per-politikan global, tetap saja ini menimbulkan pertanyaan besar; Apakah masyarakat kita ini adalah sebuah bangsa penggila perang yang enggan dengan perdamaian? Atau apakah kita ini memang sebuah bangsa yang naif; yang mengutuk tindakan Israel terhadap Palestine namun membenarkan kelakuan Rusia terhadap Ukraina? Lebih jauh lagi, apakah netizen kita benar-benar mewakili/cerminan dari pendapat mayoritas rakyat Indonesia ??

Sejujurnya, sebagai seorang pengamat politik interlokal yang bekerja di KPK bagian Penyadapan (karet), saya bukanlah seorang yang Pro Barat dan anti Rusia. Hamba hanyalah seorang yang pro terhadap perdamaian dunia yang berasaskan kesetaraan dan saling menghargai; seorang yang sangat menyesalkan adanya begitu banyak korban orang tak bersalah akibat invasi Rusia dan tangisan pedih Ibu-ibu Rusia yang putra-putranya membusuk di Ukraina.

Yang makin membuat miris, dibanyak situs berita serta status-status media sosial yang berbasis agama, ruang komentar penuh sesak dengan teriakan Uraaa yang sesekali diselingi takbir dari mereka yang mendukung perang Rusia dengan harapan agar Rusia menang dan hegemoni global yang saat ini dikuasai oleh AS-NATO bisa bergeser kepada Rusia yang selama ini banyak dikesankan 'lebih lembut' terhadap dunia Islam, atau kalau hal itu tak terwujud maka diharapkan kedua raksasa (Rusia-USA) ini sama-sama hancur akibat perang mereka.

Sayangnya ini sungguh anggapan yang keliru. Sebab, andaikan yg berperang adalah negara Timor Timur dan Papua Nugini dapatlah kita memandang secara sepele macam itu. Akan tetapi sekarang ini yang berperang adalah Rusia melawan Ukraina yang didukung oleh AS dan Barat; dua poros kekuatan utama dunia yang menguasai perekonomian dan peta perpolitikan dunia.

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220224142521-92-763522/6-dampak-ekonomi-yang-timbul-akibat-konflik-rusia-ukraina

Terbukti belum genap dua bulan saja dua kekuatan ini berkonflik, industri minyak segera menjadi goyah dan harga BBM pun melejit serta langka dipasaran. Bagi kita para petani singkong, Mbajak lahan yg biasanya Rp. 600.000 sekarang naik drastis menjadi Rp 800.000 hingga 850.000 per hektarnya. Sementara di Timur Tengah, yang selama ini mayoritas negara-negaranya mengekspor Gandum dari Ukraina dan Rusia, saat ini tengah dilanda kekhawatiran serta ketakutan mendalam terkait dengan naiknya harga-harga makanan pokok.

Di Maroko, harga roti bahkan sudah di subsidi. Uraaaa......

https://www.kompas.id/baca/internasional/2022/02/28/timur-tengah-gelisah-pasokan-gandum-terancam-konflik-ukraina-rusia

Itu baru dampak ekonomi saja, belum menyangkut dampak keuangan yang tidak bisa dijelaskan disini karena Ngademin tidak mudeng, hingga lebih-lebih (apabila sampai terjadi) dampak perang nuklir yang semakin mungkin bila perang berlangsung lama.

Ya, tidak bisa dipungkiri, jika konflik terjadi secara frontal dan sampai berkepanjangan maka pihak Rusia-lah yang paling dimungkinkan akan kalah dalam perang ini. Hal demikian bukanlah penilaian ngawur, tetapi didasari pada fakta perang Ukraina dimana Rusia berhadapan dengan banyak negara paling kuat secara sumber daya - ekonomi dan militer. (Lawan Ukraina saja mereka sudah ngos-ngosan, apalagi bila dikeroyok secara langsung oleh AS-NATO).

Sebulan yang lalu, bolehlah kita mengatakan bahwa Ukraina belum kalah karena Rusia belum sepenuhnya mengerahkan kemampuan militernya dalam menyerang, namun hari ini ketika jet tempur dan rudal-rudal termutakhir Moskow sudah digunakan dan nyatanya masih begitu banyak video bertebaran yang menunjukkan berbagai bagian dari divisi tank dan Ranpur Rusia dihancurkan, pasukan Rusia mundur dari Kiev, dan sebagai klimaksnya adalah tragedi tenggelamnya Kapal Perang Moskva yang nyungsep kedasar laut akibat di rudal Ukraina, maka kita harus mengakui bahwa secara kualitas, militer Rusia sebenarnya tak sehebat yang sering digambarkan. Selama ini mereka di takuti hanya karena besarnya jumlah (kuantitas) angkatan perang dan ancaman Nuklirnya saja.

Moskva, Kapal perang terbesar yang memimpin Armada Laut Hitam Rusia dalam menginvasi Ukraina setelah di hantam rudal Neptunes, dan untuk video kehancuran Ranpur dan Tank Rusia bisa di cek disini atau disini.

Saat terpojok dan merasa kalah maka Putin diyakini akan menembakkan peluru nuklir pertamanya, kemudian beberapa detik selanjutnya secara otomatis sistem persenjataan nuklir Amerika Serikat dan Barat akan melakukan hal yang sama terhadap Rusia (dan mungkin juga terhadap negara-negara pendukungnya).

Naudzubillah semoga tidak. Tapi kalau seandainya benar terjadi demikian, lalu apa efeknya?

Gambar di atas adalah proyeksi dari dampak musim dingin nuklir (Nuclear Winter) di Amerika apabila terjadi PERANG NUKLIR ANTARA INDIA DAN PAKISTAN. Sumber: mbah gugel.

Itu di Amerika yang jauhnya ribuan kilometer dari pusat konflik, lalu bagaimana dengan kita yang disini?. Itu yang berperang hanya India dan Pakistan yang cuma punya dua ratusan peluru nuklir, bagaimana jika Rusia dan AS yang menembakkan semua persenjataan nuklir mereka yang jumlahnya lebih dari enam ribu peluru?

Nuclear winter digambarkan sebagai fenomena cuaca dingin yang ekstrim ketika sinar matahari terblokir oleh asap dari ledakan nuklir; ini dapat berlangsung hingga sepuluh atau duapuluhlima tahun, merupakan dampak iklim jangka pendek dan jangka panjang akibat perang nuklir, tergantung dari skala perang yang terjadi. Nuclear winter selain menyebabkan Bumi mengalami suhu dingin yang ekstrim, pada akhirnya mengakibatkan berbagai penyakit akibat radiasi dan kegagalan panen yang akan menyebabkan lebih banyak lagi korban manusia yang mati, bahkan melebihi dari dampak langsung akibat perang nuklir itu sendiri. Indonesia sebagai negara non-nuklir yang mengira sedang hidup tenang dan damai juga akan terimbas dan kolaps.

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220307100740-199-767621/efek-nuclear-winter-diprediksi-lebih-menakutkan-dari-perang-nuklir

Buat kita, jika perang nuklir antara Rusia dan AS terjadi, maka jangan lagi bermimpi tahun depan akan menyewa lahan lebih luas karena tahun ini hasil panen singkong lumayan, jangan lagi bermimpi akan naik haji, menabung untuk membangun rumah atau ingin menyekolahkan putra-putri Anda hingga kuliah.

Maka mumpung masih berkesempatan, mari kita merenung sejenak wahai kawanku generasi android penyuka (h)ura-(h)ura yang hidup di masa damai bumi yang tak pernah merasakan betapa mengerikannya perang apalagi konflik nuklir. Marilah bersyukur dan berdo'a untuk perdamaian dunia, mari kita juga sedikit berterimakasih atas kesabaran AS-NATO, sebab setiap kali AS dan NATO menahan diri dari menanggapi provokasi nuklir Rusia, itu artinya masa depan kita baru saja terselamatkan, karena konsekuensi dari perang Nuklir antara Rusia dan Amerika adalah kiamat bagi peradaban umat manusia. Dan tentu saja, seorang penguasa nuklir seperti Putin yang mengancam musuhnya dengan nuklir yang padahal dia tahu bahwa musuhnya itu juga memiliki nuklir, bagaimanapun juga dia adalah seorang yang putus asa.

Selamat beribadah di bulan puasa, semoga damai, jangan pupus harapan dan mari tetap rukun bergotong-royong.

Salam takzim; kaspeL

*Uraa adalah pekik perang Rusia yang terkenal akan serangannya yang berskala besar dan ganas.

chat
Kiriman Komentar

Pada artikel ini

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

assessment Statistik

account_circle Pemerintah Tiyuh

folder Arsip Artikel


map Wilayah Tiyuh

Alamat : Jl. Poros No.01 Tiyuh Marga Jaya Kec. Gunung Agung Kab.Tubab Barat
Tiyuh : Marga Jaya
Kecamatan : Gunung Agung
Kabupaten : Tulang Bawang Barat
Kodepos : 34683
Telepon :
No. HP :
Email : tiyuhmargajaya467@gmail.com

message Komentar Terkini

  • person Penduduk Biasa

    date_range 14 September 2016 06:09:16

    Selamat atas keberhasilan tiyuh Marga Jaya dalam merayakan [...]

insert_photo Galeri

contacts Media Sosial

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini : 159
Kemarin : 53
Total Pengunjung : 34.501
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.97
Browser : Mozilla 5.0