| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 0 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 0 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
22 April 2022 21:09:56 132 Kali
URAAAA...!!*
Demikian teriak anakku yang masih SD dan teman-temannya seringkali saat mereka bermain (gojekan perang) bersama. Sayangnya, seperti halnya bocah-bocah itu, begitu juga dengan kebanyakan orang-orang dewasa di berbagai kanal berita serta (hampir) di semua platform media sosial kita, yang bagaikan paduan suara, mayoritas kompak bersuara; Uraaa ! Dalam mendukung perang Rusia di Ukraina.
Memang benar, bagi yang menonton; Perang seringkali terlihat keren, heroik, penuh kemuliaan, agung dan bahkan romantis. Ini sekali lagi bagi yang mengamatinya dari jauh, namun sejatinya bagi yang mengalami, perang adalah sebuah bencana dan tragedi paling ngeri tak terperi.

Dampak kerusakan akibat perang di Ukraina. Untuk videonya yang lebih horor bisa di lihat disini.
Dan meskipun kebanyakan netizen kita tampaknya mendukung Rusia hanya karena sentimen Anti Barat (US – NATO) serta minimnya pengetahuan tentang kondisi per-politikan global, tetap saja ini menimbulkan pertanyaan besar; Apakah masyarakat kita ini adalah sebuah bangsa penggila perang yang enggan dengan perdamaian? Atau apakah kita ini memang sebuah bangsa yang naif; yang mengutuk tindakan Israel terhadap Palestine namun membenarkan kelakuan Rusia terhadap Ukraina? Lebih jauh lagi, apakah netizen kita benar-benar mewakili/cerminan dari pendapat mayoritas rakyat Indonesia ??
Sejujurnya, sebagai seorang pengamat politik interlokal yang bekerja di KPK bagian Penyadapan (karet), saya bukanlah seorang yang Pro Barat dan anti Rusia. Hamba hanyalah seorang yang pro terhadap perdamaian dunia yang berasaskan kesetaraan dan saling menghargai; seorang yang sangat menyesalkan adanya begitu banyak korban orang tak bersalah akibat invasi Rusia dan tangisan pedih Ibu-ibu Rusia yang putra-putranya membusuk di Ukraina.
Yang makin membuat miris, dibanyak situs berita serta status-status media sosial yang berbasis agama, ruang komentar penuh sesak dengan teriakan Uraaa yang sesekali diselingi takbir dari mereka yang mendukung perang Rusia dengan harapan agar Rusia menang dan hegemoni global yang saat ini dikuasai oleh AS-NATO bisa bergeser kepada Rusia yang selama ini banyak dikesankan 'lebih lembut' terhadap dunia Islam, atau kalau hal itu tak terwujud maka diharapkan kedua raksasa (Rusia-USA) ini sama-sama hancur akibat perang mereka.
Sayangnya ini sungguh anggapan yang keliru. Sebab, andaikan yg berperang adalah negara Timor Timur dan Papua Nugini dapatlah kita memandang secara sepele macam itu. Akan tetapi sekarang ini yang berperang adalah Rusia melawan Ukraina yang didukung oleh AS dan Barat; dua poros kekuatan utama dunia yang menguasai perekonomian dan peta perpolitikan dunia.
Terbukti belum genap dua bulan saja dua kekuatan ini berkonflik, industri minyak segera menjadi goyah dan harga BBM pun melejit serta langka dipasaran. Bagi kita para petani singkong, Mbajak lahan yg biasanya Rp. 600.000 sekarang naik drastis menjadi Rp 800.000 hingga 850.000 per hektarnya. Sementara di Timur Tengah, yang selama ini mayoritas negara-negaranya mengekspor Gandum dari Ukraina dan Rusia, saat ini tengah dilanda kekhawatiran serta ketakutan mendalam terkait dengan naiknya harga-harga makanan pokok.
Di Maroko, harga roti bahkan sudah di subsidi. Uraaaa......
Itu baru dampak ekonomi saja, belum menyangkut dampak keuangan yang tidak bisa dijelaskan disini karena Ngademin tidak mudeng, hingga lebih-lebih (apabila sampai terjadi) dampak perang nuklir yang semakin mungkin bila perang berlangsung lama.
Ya, tidak bisa dipungkiri, jika konflik terjadi secara frontal dan sampai berkepanjangan maka pihak Rusia-lah yang paling dimungkinkan akan kalah dalam perang ini. Hal demikian bukanlah penilaian ngawur, tetapi didasari pada fakta perang Ukraina dimana Rusia berhadapan dengan banyak negara paling kuat secara sumber daya - ekonomi dan militer. (Lawan Ukraina saja mereka sudah ngos-ngosan, apalagi bila dikeroyok secara langsung oleh AS-NATO).
Sebulan yang lalu, bolehlah kita mengatakan bahwa Ukraina belum kalah karena Rusia belum sepenuhnya mengerahkan kemampuan militernya dalam menyerang, namun hari ini ketika jet tempur dan rudal-rudal termutakhir Moskow sudah digunakan dan nyatanya masih begitu banyak video bertebaran yang menunjukkan berbagai bagian dari divisi tank dan Ranpur Rusia dihancurkan, pasukan Rusia mundur dari Kiev, dan sebagai klimaksnya adalah tragedi tenggelamnya Kapal Perang Moskva yang nyungsep kedasar laut akibat di rudal Ukraina, maka kita harus mengakui bahwa secara kualitas, militer Rusia sebenarnya tak sehebat yang sering digambarkan. Selama ini mereka di takuti hanya karena besarnya jumlah (kuantitas) angkatan perang dan ancaman Nuklirnya saja.

Moskva, Kapal perang terbesar yang memimpin Armada Laut Hitam Rusia dalam menginvasi Ukraina setelah di hantam rudal Neptunes, dan untuk video kehancuran Ranpur dan Tank Rusia bisa di cek disini atau disini.
Saat terpojok dan merasa kalah maka Putin diyakini akan menembakkan peluru nuklir pertamanya, kemudian beberapa detik selanjutnya secara otomatis sistem persenjataan nuklir Amerika Serikat dan Barat akan melakukan hal yang sama terhadap Rusia (dan mungkin juga terhadap negara-negara pendukungnya).
Naudzubillah semoga tidak. Tapi kalau seandainya benar terjadi demikian, lalu apa efeknya?

Gambar di atas adalah proyeksi dari dampak musim dingin nuklir (Nuclear Winter) di Amerika apabila terjadi PERANG NUKLIR ANTARA INDIA DAN PAKISTAN. Sumber: mbah gugel.
Itu di Amerika yang jauhnya ribuan kilometer dari pusat konflik, lalu bagaimana dengan kita yang disini?. Itu yang berperang hanya India dan Pakistan yang cuma punya dua ratusan peluru nuklir, bagaimana jika Rusia dan AS yang menembakkan semua persenjataan nuklir mereka yang jumlahnya lebih dari enam ribu peluru?
Nuclear winter digambarkan sebagai fenomena cuaca dingin yang ekstrim ketika sinar matahari terblokir oleh asap dari ledakan nuklir; ini dapat berlangsung hingga sepuluh atau duapuluhlima tahun, merupakan dampak iklim jangka pendek dan jangka panjang akibat perang nuklir, tergantung dari skala perang yang terjadi. Nuclear winter selain menyebabkan Bumi mengalami suhu dingin yang ekstrim, pada akhirnya mengakibatkan berbagai penyakit akibat radiasi dan kegagalan panen yang akan menyebabkan lebih banyak lagi korban manusia yang mati, bahkan melebihi dari dampak langsung akibat perang nuklir itu sendiri. Indonesia sebagai negara non-nuklir yang mengira sedang hidup tenang dan damai juga akan terimbas dan kolaps.
Buat kita, jika perang nuklir antara Rusia dan AS terjadi, maka jangan lagi bermimpi tahun depan akan menyewa lahan lebih luas karena tahun ini hasil panen singkong lumayan, jangan lagi bermimpi akan naik haji, menabung untuk membangun rumah atau ingin menyekolahkan putra-putri Anda hingga kuliah.
Maka mumpung masih berkesempatan, mari kita merenung sejenak wahai kawanku generasi android penyuka (h)ura-(h)ura yang hidup di masa damai bumi yang tak pernah merasakan betapa mengerikannya perang apalagi konflik nuklir. Marilah bersyukur dan berdo'a untuk perdamaian dunia, mari kita juga sedikit berterimakasih atas kesabaran AS-NATO, sebab setiap kali AS dan NATO menahan diri dari menanggapi provokasi nuklir Rusia, itu artinya masa depan kita baru saja terselamatkan, karena konsekuensi dari perang Nuklir antara Rusia dan Amerika adalah kiamat bagi peradaban umat manusia. Dan tentu saja, seorang penguasa nuklir seperti Putin yang mengancam musuhnya dengan nuklir yang padahal dia tahu bahwa musuhnya itu juga memiliki nuklir, bagaimanapun juga dia adalah seorang yang putus asa.
Selamat beribadah di bulan puasa, semoga damai, jangan pupus harapan dan mari tetap rukun bergotong-royong.
Salam takzim; kaspeL
*Uraa adalah pekik perang Rusia yang terkenal akan serangannya yang berskala besar dan ganas.
Pada artikel ini
Untuk artikel ini
Selamat Bertugas, Bapak Ir. Novriwan Jaya, S.P. dan Bapak Nadirsyah, Pemimpin Baru Tulang Bawang Barat
date_range 20 Februari 2025 favorite 104 Kali
Pelatihan Smart Village di Hotel Kurnia Perdana: Membangun Masyarakat Digital di Provinsi Lampung
date_range 01 Mei 2024 favorite 105 Kali
MARGAJAYA MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA KE-95
date_range 28 Oktober 2023 favorite 135 Kali
TUBABA MENYAMBUT Drs. MUHAMMAD FIRSADA
date_range 23 Mei 2023 favorite 70 Kali
SAFARI RAMADAN; Marga Jaya Melestarikan Tradisi Kebaikan.
date_range 28 Maret 2023 favorite 133 Kali
PENYALURAN BLT-DD TIYUH MARGA JAYA TRIWULAN I TAHUN 2023
date_range 16 Maret 2023 favorite 169 Kali
DAFTAR PENGAJAR BIDANG KEAGAMAAN TIYUH MARGA JAYA
date_range 23 Juli 2022 favorite 59 Kali
PENYALURAN BLT-DD TIYUH MARGA JAYA TRIWULAN I TAHUN 2023
date_range 16 Maret 2023 favorite 169 Kali
"DILEMATIKA BANTUAN" (Sekedar Paparan Bagi Yang Menginginkan Kebenaran).
date_range 27 Januari 2022 favorite 146 Kali
MARGAJAYA MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA KE-95
date_range 28 Oktober 2023 favorite 135 Kali
SAFARI RAMADAN; Marga Jaya Melestarikan Tradisi Kebaikan.
date_range 28 Maret 2023 favorite 133 Kali
PERANG RUSIA-UKRAINA, DAN DAMPAKNYA BAGI KITA GENERASI PENYUKA URA-URA
date_range 22 April 2022 favorite 132 Kali
Pelatihan Smart Village di Hotel Kurnia Perdana: Membangun Masyarakat Digital di Provinsi Lampung
date_range 01 Mei 2024 favorite 105 Kali
Selamat Bertugas, Bapak Ir. Novriwan Jaya, S.P. dan Bapak Nadirsyah, Pemimpin Baru Tulang Bawang Barat
date_range 20 Februari 2025 favorite 104 Kali
DAFTAR PENGAJAR BIDANG KEAGAMAAN TIYUH MARGA JAYA
date_range 23 Juli 2022 favorite 59 Kali
"DILEMATIKA BANTUAN" (Sekedar Paparan Bagi Yang Menginginkan Kebenaran).
date_range 27 Januari 2022 favorite 146 Kali
GOTONG ROYONG, Apaan Sih...?!
date_range 11 Maret 2021 favorite 96 Kali
Selamat Bertugas, Bapak Ir. Novriwan Jaya, S.P. dan Bapak Nadirsyah, Pemimpin Baru Tulang Bawang Barat
date_range 20 Februari 2025 favorite 104 Kali
STEP BY STEP; INSTALASI APLIKASI SDGs DILAPTOP / PC
date_range 07 April 2021 favorite 95 Kali
PERDES PHBS
date_range 24 Agustus 2016 favorite 15 Kali
PRODUK UNGGULAN UMKM TIYUH MARGA JAYA
date_range 09 Juni 2022 favorite 51 Kali
| Hari ini | : | 159 |
| Kemarin | : | 53 |
| Total Pengunjung | : | 34.501 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.97 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |